BERKARYA
Refleksi pribadi tentang melihat BEKERJA dari sudut pandang yang berbeda > "BERKARYA". Bacaan ringan untuk siapapun kamu; Employee, Freelancers, Business owners. Berapapun umur kamu; 20's - 30's --- 70's.
TEMEN-TEMEN SUDAH MULAI PENSIUN
Temen-temen aku yang umur 45+ banyak yang mulai ngomongin pensiun.
Mulai santai.
Mulai pelan.
Sementara aku malah masih pengen bikin banyak hal.
Kalau hidup sampai 75 dan sekarang 45,
kita masih punya sekitar 30 tahun lagi.
Masa iya gak dipakai buat bikin sesuatu yang seru?
KERJA. CAPEK. ULANG LAGI.
Banyak orang hidup di pola yang sama.
Bangun pagi.
Kerja.
Capek.
Pulang.
Nunggu gajian.
Nunggu weekend.
Aku ngerti.
Uang memang penting.
Tapi lama-lama aku ngerasa,
masa hidup cuma begini doang?
Kayak ada sesuatu yang lebih dalam yang belum kesentuh.
MAU SEDIKIT CERITA
Dulu aku pernah kerja di perusahaan arsitek Singapore.
Based di Singapore, Guangzhou, dan Jakarta.
Project-nya banyak di China.
Boss-ku namanya Bob.
Waktu itu aku masih lihat kerja ya sekadar kerja.
Belum ngerti kalau ada orang yang hubungannya dengan kerja bisa sedalam itu.
COMPANY OUTING 6 HARI
Satu waktu kantor ada company outing 6 hari.
Tujuannya seneng-seneng,
makan enak,
dan lepas penat.
Karena project tahun itu lagi banyak dan sukses.
Hari pertama semua normal.
Happy.
Santai.
Seru.
Hari kedua,
si Bob ngilang.
SUASANA MENDADAK BERUBAH
Awalnya kami pikir dia cuma misah sebentar.
Tapi makin lama makin aneh.
Ditelfon gak bisa.
Dicari gak ada.
Yang tadinya santai jadi saling tanya.
"Eh Bob mana?"
"Kok gak ada?"
Bukan panik besar,
tapi cukup bikin kami gak tenang.
Karena ya aneh aja.
Lagi outing kok boss hilang.
"BOB IS IN THE OFFICE..."
Besoknya ada yang berhasil kontak dia.
Lalu datang kabar itu:
"Bob is in the office.
He said he’s working on the concept of the new Shanghai project."
Pas aku denger itu,
reaksiku bukan kagum.
Jujur,
aku malah bingung.
Dalam hati:
"Wah aneh nih orang..."
PADAHAL DEADLINE MASIH LAMA
Yang bikin aku makin gak ngerti,
project Shanghai itu project team aku.
Jadi aku tau persis situasinya.
Deadline concept-nya masih 3 bulan lagi.
Buat kami,
itu masih lama banget.
Jadi logika di kepala aku:
ngapain buru-buru?
ngapain segitunya?
ngapain sampai ninggalin liburan?
WEEKLY MEETING ITU MASIH KEINGET
Setelah balik dari liburan,
Senin minggu depannya ada weekly meeting.
Bob datang.
Lalu ada yang nanya:
"Bob, where were you? You disappeared last week."
Dia jawab santai:
"I suddenly had a great idea for Shanghai project."
Ruangan langsung rame.
"Whatttt?"
"WAH SAKIT NIH ORANG"
Lalu dia buka big A0 paper.
Di atasnya ada 30+ sketch papers.
Dia jelasin satu-satu.
Ide.
Arah.
Vision.
Energinya beda.
Bukan energi orang yang terpaksa kerja.
Dan dalam hati gue waktu itu cuma bilang:
"Wah sakit nih orang.
Santai aja kali.
Masih lama deadlinenya."
DULU AKU GAK PAHAM
Waktu itu aku lihat Bob sebagai orang yang terlalu serius.
Terlalu tenggelam sama kerjaan.
Terlalu niat.
Aku belum bisa relate.
Buatku saat itu,
kerja ya kerja.
Ada jam masuk.
Ada jam pulang.
Ada deadline.
Ada libur.
Aku belum ngerti gimana rasanya kalau seseorang lagi nyala dari dalam.
LALU HIDUP BERJALAN
Tahun-tahun berlalu.
Aku pindah ke HK.
Balik ke Jakarta.
Berhenti jadi karyawan.
Mulai usaha sendiri.
Bikin PT sendiri.
Punya beberapa karyawan.
Dan pelan-pelan,
aku mulai ngerasain sesuatu yang dulu gak pernah aku ngerti.
Ada dorongan dari dalam yang bikin pengen cepat ke kantor.
"OH... JADI INI YANG BOB RASAIN"
Dulu jaman masih kerja,
bangun pagi itu males banget.
Ngeliatin jam terus.
Nunggu makan siang.
Nunggu pulang.
Tapi setelah punya usaha sendiri,
rasanya kebalik.
Bangun pagi semangat.
Mau cepat ke kantor.
Kadang gak pengen pulang.
Di titik itu aku keinget Bob.
"Oh... jadi ini yang dia rasain dulu."
ITU BUKAN CUMA KERJA
Di situ aku baru ngerti.
Yang Bob rasain waktu itu bukan sekadar disiplin.
Bukan sekadar ambisi.
Dia lagi kebakar ide.
Ada momen saat seseorang bukan lagi digerakkan oleh jam kantor atau deadline.
Tapi digerakkan oleh sesuatu dari dalam.
Saat itu,
kerja berubah jadi karya.
KERJA DENGAN HATI ITU BEDA
Capek?
Tetap capek.
Draining?
Bisa banget.
Masalah?
Pasti ada.
Tapi kerja dengan hati itu beda.
Harimu beda.
Tenagamu beda.
Standarmu beda.
Karena lo gak lagi sekadar menyelesaikan tugas.
Lo lagi bikin sesuatu.
Lo lagi menuangkan sebagian diri lo ke dalam kerjaan itu.
YES, I NEED MONEY. A LOT.
Yes.
Aku butuh uang.
Banyak malah.
Tapi ternyata,
bekerja itu gak selalu cuma soal duit.
Ada lapisan lain yang lebih dalam.
Ada rasa bangga.
Ada rasa hidup.
Ada rasa pengen bikin sesuatu yang keren.
Makanya kadang kata yang lebih tepat bukan cuma BEKERJA.
Tapi > BERKARYA.
BERKARYA ITU APA?
Berkarya itu menciptakan sesuatu yang menurut kita keren dan bikin kita bangga.
Sesuatu yang berguna.
Punya impact.
Menyelesaikan masalah.
Menginspirasi orang lain.
Bentuknya bisa banyak.
Produk.
Jasa.
Desain.
Musik.
Sistem.
Brand.
Bisnis.
Cara kerja yang lebih baik.
BERKARYA SEBAGAI EMPLOYEE
Employee juga bisa berkarya.
Bukan cuma datang,
nerjain task,
lalu pulang.
Tapi bikin hasil kerja yang jauh di atas minimum.
Designer bikin deck lebih tajam.
Sales bikin sistem follow-up lebih rapi.
Admin bikin alur kerja lebih ringan.
Kalau kantor kurang apresiasi,
lo tetap lagi bangun portfolio dan network.
BERKARYA SEBAGAI FREELANCER
Freelancer berkarya saat dia gak cuma jual waktu.
Dia jual sudut pandang.
Rasa.
Kualitas.
Hasil
Copywriter bukan cuma nulis caption.
Dia bantu brand terdengar lebih kuat.
Videographer bukan cuma rekam.
Dia nangkep cerita.
Mereka yang berkarya naik kelas jadi pencipta value.
BERKARYA SEBAGAI BUSINESS OWNER
Business owner berkarya saat yang dia bangun bukan cuma transaksi.
Tapi sesuatu yang hidup.
Brand
Produk
Jasa
Pengalaman customer.
Budaya kerja.
Sistem.
Pemilik café bukan cuma jual kopi.
Dia bikin brand yang menginspirasi.
Kita menyebut itu karya dalam bentuk bisnis.
LO LAGI BERKARYA APA?
Yuk mulai berkarya.
Bikin sesuatu yang keren.
Yang berguna.
Yang bikin bangga.
Yang menyelesaikan masalah.
Yang menginspirasi.
Start where you are.
Use what you have.
Do what you can.
Percaya deh,
nanti ada spark kecil dalam jiwa.
Sekarang pertanyaannya:
lo lagi berkarya apa?